Senin, 05 Juni 2017

DZIKIR KHUSUS MENYAMBUT MALAM LAILATUL QADR



Bismillahirrahmanirrahim.

Pada 10 Malam terakhir bulan Ramadhan di sarankan untuk lebih meningkatkan kualitas ibadah terutama berzikir karena diantara 10 malam terakhir tsb, pada malam ganjil akan ada malam istimewa yg setara kualitasnya dengan ibadah 1000 bulan. Pada salah satu malam ganjil akan turun segala bentuk energi positif tertinggi seperti hujan energi yang sangat lebat. Sumber Energi ini adalah berasal dari para malaikat Allah dari semua dimensi alam malaikat yg turun memenuhi ruang alam semesta raya. Semoga kita adalah salah satu umat mendapatkan hidayah malailatul qadr... Amin...

Saran : perbanyak membaca/berzikir Surat Al Qadr sebagai amalan zikir utamanya.

MATERI ZIKIR :

Niat : Mohon diberikan hidayah untuk mendapatkan manfaat dari malam lailatul qadr, mohon dibersihkan dr semua energi negatif dan ditingkatkan kualitas ruhani setinggi tingginya.

- Ta'awudz : 11x A'uudzu billahi minasy syaithaanir rajiim
- Istighfar : 11x Astaghfirullahal adzhim aladzi laa illaha illa huwal hayul qoyyum wa'atubu ilaih
- Haukallah : 11x Laa haula wala quwwata illa billahil'aliyyil 'adziim
- Al fatihah 11x
- Al Ikhlas 11x
- Al Falaq 11x
- An naas 11x
- Ayat kursy 11x
- Salaamun qaulam mirrabbir rahiim (Surat Yassiin : 58) 110x
- Surat Al Qadr ( sampai menjelang waktu sahur).

Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar Di Bulan Ramadhan



Sebagai seorang Muslim Muslimah tentunya kita sudah mengetahui apa itu Malam Lailatul Qadar karena Malam Lailatul Qadar ialah satu Malam yang sangat penting dan yang terjadi di Bulan Suci Ramadhan, didalam Kitab Suci Al Qur’an pun telah menerangkan bahwa Lailatul Qadar atau Malam Lailatul Qadar ini digambarkan sebagai Satu Malam yang lebih baik, mulia dan istimewa dari Seribu Bulan.

Sebelum membahas tentang Cara Memperoleh Malam Lailatul Qadar, ada baiknya jika kalian mengetahui Deskripsi tentang Keutamaan dan Keistimewaan Malam Lailatul Qadar didalam Al Qur’an yang telah diterangkan di Surat Al Qadr Ayat 1 – 5 yang merupakan Surat Ke 97 didalam Al Qur’an dan bunyi dari Firman Allah didalam Surat Al Qadr Ayat 1 – 5 Terjemahan Bahasa Indonesia, ” Sesungguhnya kami tlah mengirim hal demikian (Al Qur’an) di Malam Kemuliaan, Dan tahukah kalian apakah Malam Kemuliaan itu ?, Malam Kemuliaan itu lebih baik daripada Seribu Bulan, Pada malam itu (Malam Lailatul Qadar) turun Malaikat – Malaikat dan Malaikat Jibril dengan Ijin Rabb-nya (Allah SWT) untuk mengatur segala urusan, Malam itu (Malam Kemuliaan) penuh dengan kesejahteraan sampai terbitnya Fajar (QS. Al – Qadar : Ayat 1 – 5) ”. Dengan melihat Firman Allah SWT didalam Surat Al Qadr Ayat 1 – 5 diatas maka sudah sangat jelas bahwa Keistimewaan Malam Lailatul Qadar sangatlah Istimewa karena Malam Kemuliaan itu lebih baik daripada Seribu Bulan dan dimalam itu penuh dg kesejahteraan sampai terbitnya Fajar (Matahari).


Waktu Datangnya Malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadhan


Adapun untuk Waktu Terjadinya Malam Lailatul Qadar itu sendiri terjadi di Bulan Ramadhan dan tepatnya ialah Sepuluh Hari Terakhir di Bulan Ramadhan dalam Sistem Kalender Hijriyah (Kalender Islam). Waktu Malam Lailatul Qadar tersebut berdasarkan Hadist Shahih bahwa dari Aisyah berkata, ” Nabi Muhammad SAW beri’tikaf di 10 Hari Terakhir Bulan Ramadhan dan Nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya, ” Carilah Malam Lailatul Qadar di Malam Malam Ganjil pada Sepuluh Hari Terakhir di Bulan Ramadhan (Hadist Shahih Riwayat Bukhari No. 4/225 dan Muslim No. 1169) ”.

Sebelumya perlu kami ingatkan kepada kalian para pembaca Muslim Muslimah yang ada di Indonesia bahwa Tips dan Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar didalam artikel ini hanya sebagai bentuk Ikhtiar (Usaha) kita sebagai seorang Muslim Muslimah yang ingin mendapatkan Malam Lailatul Qadar, karena Malam Kemuliaan dari Seribu Bulan itu Hak Allah SWT dan hanya Allah SWT lah yang mempunyai Hak untuk memilih siapa saja yang akan mendapatkan Malam Lailatul Qadar.


Cara Mendapatkan Lailatul Qadar di Bulan Ramadhan


Adapun Cara Memperoleh Lailatul Qadar di Bulan Ramadhan yang bisa kalian ikhtiarkan yang pertama ialah dengan mengerjakan Shalat Fardhu (Wajib Lima Waktu) secara Berjamaah karena Imam Syafi’i berkata bahwa, ” Siapa yg mengerjakan Sholat Isya dan Sholat Subuh pada Malam Lailatul Qadar secara berjamaah maka dia sudah mengambil bagian dari Malam Lailatul Qadar itu (Imam Syafi’i) ”.

Apalagi mengerjakan Shalat Fardhu merupakan Perkara Wajib yang harus kalian kerjakan sebagai seorang Muslim dan jika dikerjakan (Shalat Fardhu 5 Waktu) tersebut secara Berjamaah maka akan lebih baik dan akan mendapatkan Pahala yang lebih banyak, dibandingkan dengan mengerjakan Sholat Wajib 5 Waktu secara Sendirian. Bisa ditambahkan dengan mengerjakan Shalat Sunnah Malam di Bulan Ramadhan seperti mengerjakan Shalat Sunnah Tahajud, Shalat Sunnah Taubat maupun Shalat Sunnah yang lain dengan memohon ampunan kepada Allah SWT atas semua dosa – dosa yg pernah kita buat.

Tips Mendapatkan Malam Lailatul Qadar Kedua yang bisa kalian ikhtiarkan adalah menunaikan Puasa Wajib Ramadhan secara benar dan ikhlas karena Malam Lailtul Qadar Terjadi di Bulan Ramadhan, Bulan dimana kita telah diwajibkan untuk mengerjakan Puasa Ramadhan Selama 30 Hari di Bulan Ramadhan. Dan jangan sampai lupa untuk melakukan Sahur karena walaupun Hukum Bersahur Sunnah, tetapi didalam Sahur tersebut terdapat keberkahan sehingga sangat disayangkan jika kalian tidak melakukannya (Sahur).

Lalu Tips Memperoleh Malam Lailatul Qadar selanjutnya bisa dengan mengkhatamkan Al Qur’an atau setidaknya sering – sering membaca Al Qur’an di Bulan Ramadhan karena harus kalian tahu bahwa didalam Bulan Ramadhan juga terdapat Malam Nuzulul Qur’an yang mempunyai artian Malam dimana Al Qur’an pertama kali di turunkan oleh Allah SWT dengan perantara Malaikat Jibril untuk disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW yang terjadi di Bulan Ramadhan.

Kemudian Cara Mendapatkan Malam Lailatul Qadar yang lainnya bisa dengan memperbanyak membaca Bacaan Dzikir Setelah Shalat Wajib maupun Shalat Sunnah, memperbanyak mengerjakan Sholat Sunnah, Bersedekah, Mengerjakan Amalan – Amalan atau Ibadah – Ibadah yang lain selama di Bulan Ramadhan dan Menjauhi segala Larangan – Larangan Allah SWT serta memperbanyak membaca Doa Malam Lailatul Qadar yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW saat ditanya oleh Aisyah Ra.

Namun perlu digaris bawahi dan diingatkan sekali lagi disini bahwa dengan kalian mengerjakan Cara Mendapatkan Lailatul Qadar yang ada didalam Artikel ini, belum tentu kalian akan mendapatkan Malam Lailatul Qadar karena sekali lagi Malam Lailatul Qadar itu Hak dan Ketentuan Allah SWT sehingga hanya Allah SWT lah yang mempunyai hak untuk memilih Seorang Muslim dan Muslimah untuk mendapatkan Malam Kemuliaan dari Seribu Bulan tersebut, hanya saja kita sebagai seorang Muslim masih boleh Berikhtiar dan Berusaha untuk mendapatkannya.
 
Lagi pula jika kalian mengerjakan Amalan dan Ibadah Malam Lailatul Qadar yang sudah dituliskan diatas di Bulan Ramadhan maka Insa Allah, kalian sebagai seorang Muslim Muslimah akan mendapatkan dan memperoleh Pahala yg sangat banyak karena Ibadah dan Amalan yg kalian lakukan itu dikerjakan di Bulan Ramadhan, dan tahukah kalian bahwa Bulan Ramadhan merupakan Bulan didalam Ajaran Islam yg mempunyai banyak Keistimewaan dan Keutamaan didalamnya sehingga manfaatkan dengan maksimal Bulan Ramadhan itu dengan memperbanyak mengerjakan Amalan dan Ibadah.

Amalan-amalan dan Do'a di Malam Lailatul Qadr



Malam lailatul qadar adalah satu malam penuh keberkahan yang terjadi pada bulan ramadhan dan digambarkan dalam Al Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Sudah pasti setiap orang yang beriman berharap untuk mendapatkan lailatul qadar, sehingga orang-orang beriman tersebut akan berlomba-lomba untuk bangun di malam harinya dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah SWT.

Amalan di Malam Lailatul Qadar

Di malam lailatul qadar sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah, paling tidak adalah mengerjakan sholat isya’ dan shubuh secara berjamaah.

Dalam satu hadits Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa shalat maghrib dan Isya secara berjamaah sehingga habis bulan Ramadhan maka sungguh ia telah mendapat bagian yang banyak dari lailatul qadar.” [HR. Imam Baihaqy]

Namun bagi sebagian orang yang tidak mampu untuk beribadah sepanjang malam, dianjurkan untuk memperbanyak membaca dzikir dan membaca ayat-ayat Al-Quran, seperti ayat kursi, akhir surat al-Baqarah, surat al-Zalzalah, al-Kafirun, surat al-Ikhlash, surat Yasin karena semua ayat-tersebut memiliki fadhilah yang besar sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits.

Dianjurkan juga untuk memperbanyak membaca istighfar, tasbih, tahmid, tahlil, shalawat kepada Nabi SAW, dan berdoa untuk diri sendiri dan orang-orang yang kita sayangi baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal. [Hasyiah Shawy `ala Jalalain jilid 4 hal 455]

Sebagian dari ulama menyebutkan: “Barang siapa shalat pada malam lailatul qadar shalat sunnah empat rakaat, setelah fatihah membaca surat at-Takatsur dan surat al-ikhlash 3 kali maka akan dimudahkan baginya sakratul maut, dan dihilangkan kan azab kubur dan diberikan empat tiang dari nur yang masing-masing  diatasnya ada seribu malaikat.” [Syeikh Daud al-Fathany, Jam`ul Fawaid hal 114]

Selain melakukan amalan-amalan diatas, ada doa yang dianjurkan untuk dibaca saat malam lailatul qadar, yaitu untuk meminta pengampunan kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan yang pernah kita lakukan.

Bacaan Doa di Malam Lailatul Qadar

ALLAAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ‘ANNII
Artinya : “Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku

Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Aku pernah bertanya pada Rasulullah SAW, yaitu jika saja ada suatu hari yang aku tahu bahwa malam tersebut adalah lailatul qadar, lantas apa do’a yang mesti kuucapkan?” Jawab Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berdo’alah: Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu’anni (Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan Engkau mencintai orang yang meminta maaf, karenanya maafkanlah aku).” (HR. Tirmidzi no. 3513 dan Ibnu Majah no. 3850. Abu ‘Isa At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini shahih).
 
Demikian amalan-amalan dan doa yang dianjurkan dilakukan dan dibaca saat malam lailatul qadar. Semoga kita semua mendapatkan kemuliaan dan keberkahan malam lailatul qadar, amin.

Godaan Terbesar Di 10 hari Terakhir Ramadhan



Ramadhan menjadi bulan istimewa di antara 11 bulan lainnya di kalender Hijriah. Ramadhan adalah keutamaan waktu dari seluruh fase kebaikan. Pahala yang dijanjikan Allah di bulan Ramadhan akan bernilai berlipat-lipat ganda dibandingkan waktu lainnya. Terlebih jika sudah memasuki fase 10 hari terakhir menjelang berakhirnya ramadhan. Momentum sejak hari ke 21 hingga hari terakhir ramadhan adalah kesempatan terbaik untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah. Karena di 10 malam terakhir ini terutama di malam-malam yang ganjil terdapat keberkahan dan keutamaan yang lebih baik dari 1000 bulan. Malam ganjil di 10 hari terakhir menjelang usainya ramadhan ini seringkali dikenal sebagai malam Lailatul Qadar.

Namun sayangnya, seringkali banyak sekali kaum muslim di seluruh dunia yang kemudian lalai akan keutamaan malam lailatul qadar ini. Padahal keutamaan dan keberkahannya sudah jelas tercantum dalam rangkaian surat Al-Qadar dalam Al-Quran. Justru ibadah yang harusnya makin menguat di malam 10 hari menjelang usainya ramadhan ini terpaksa digadaikan dengan alasan kesibukan menyiapkan lebaran. Ladang pahala yang terhampar selama 10 hari dibiarkan berlalu begitu saja. Berikut adalah beberapa bentuk godaan terbesar yang seringkali menjadi pengacau konsentrasi beribadah di malam lailatul qadar:
  1. Rasa malas
Ramadhan adalah rutinitas sebulan penuh. Dase ramadhan dapat dibagi menjadi tiga, Fase 10 hari pertama, 10 hari kedua, dan yang paling utama fase 10 hari terakhir. Faktanya, rasa malas yang melemahkan semua tubuh ini akan datang di sekitar fase 10 hari kedua. Biasanya di hitungan hari ke 11 hingga ke 20, grafik beribadah dan berbuat kebaikan akan menurun. Hingga mencapai titik klimaksnya justru di malam paling utama 10 hari terakhir. Rasa malas makin lama makin menumpuk dan mencapai titik terendah
  1. Terlalu banyak kumpul-kumpul bersama teman
Sepuluh hari terakhir biasanya aktivitas pekerjaan dan belajar sudah memasuki fase libur. Lalu, Fase 10 hari terakhir ini justru kita makin disibukkan oleh jadwal berkumpul bersama teman atau saudara dalam acara buka puasa bersama, atau santap malam bersama. Jika berkumpul dengan maksud mencapai satu tujuan atau keberkahan dengan mengaji bareng dan shalat berjamaah jelas tak akan merugi, tapi apabila momen berkumpul hanya menciptakan kelalaian dan penundaan ibadah, maka sebaikanya kurangi kegiatan tersebut. Perbanyak menjalin hubungan dengan Allah SWT.
  1. Belanja kebutuhan lebaran
Kegiatan ini yang biasanya paling sering mengganggu konsentrasi dan merusak niat ibadah di 10 hari terakhir ramadhan. Menjelang idul fitri memang kebutuhan sandang dan pangan akan meningkat drastis. Diskon bertebaran, rezeki pun berlimpah usai mendapat Tunjangan Hari Raya. Alhasil bukan masjid yang diserbu orang-orang beribadah, tapi pusat belanja, gerai baju, toko kue, dan tempat berputarnya uang lain yang justru menjadi lokasi berkumpulnya umat muslim.
  1. Budaya Mudik
Tak bisa dipungkiri, budaya mudik sudah menjadi kewajiban rutin yang tak akan bisa dilepaskan dari rutinitas lebaran di Indonesia. Tak ada yang salah memang, mudik adalah menyambung silaturahmi dengan keluarga di tanah kelahiran. Mudik adalah momen menyatukan kebersamaan dalam bahagia idul fitri. Namun masalahnya seringkali aktivitas mudik ini berlangsung di malam 10 hari terakhir ramadhan. Sebaiknya jika sudah selesai dengan semua urusan perjalanan mudik, dan sudah tiba di kampung halaman, jangan lupakan amalan baik seperti itikaf, qiyamul lail, tilawah, sedekah dll untuk memetik berkah lailatul qadar.
 
Itulah sebagian kecil dari godaan godaan yang mampu meluluhkan niat dan iman dalam memetik keberkahan 10 hari terakhir ramadhan. Semoga kita bisa tetap istiqomah berlomba-lomba mencapai kebaikan terabaik lailatul qadar. Aamiin.